Sabtu, 07 Mei 2016

Konsep Manajemen Basis Data Dalam SIG



Sistem informasis Geografis (SIG) tidak dapat dilepaskan dengan basis data, sebab SIG sendiri memerlukan data (spasial dan atribut ) yang disimpan di dalam basis data spasial (dimana data atribut terdapat didalamnya). Selain itu, semua perangkat SIG-pun secara inherent telah dilengkapi dengan kemampuan dalam mengelola basis data.

Pengembangan sistem SIG yang telah mendapatkan dukungan DBMS dapat dijelaskan dengan beberapa fakta berikut;

  1. Biaya pengadaan DBMS telah mendominasi secara garis besar biaya keseluruhan perangkat lunak sistem-sistem termasuk SIG
  2. DBMS banyak memiliki fungsi-fungsi yang diperlukan oleh sistem perangkat SIG

 Pada umumnya terdapat 2  pendekatan untuk mengunakan DBMS di dalam SIG:

  1.  Pendekatan solusi DBMS total, yaitu semua data spasial dan non spasial diakses melaui DBMS sehingga data” tersebut harus memenuhi asumsi” yang telah ditentukan oleh perancang DBMSnya. 
  2.  Pendekatan solusi kombinasi, yaitu tidak semua data tabel” atribut berikut relasi”nya diakses melalui DBMS karena data” tersebut telah sesuai dengan modelnya.  Contohnya ARC/INFO biasanya mengadopsi dua basis data yang secara khusus dirancang untuk data spasial  ARC/INFO dan yang kedua untuk data non spasial yang dikelola oleh sistem basisdata yang khusus dirancang untuk data non spasial.

Untuk membawa dunia nyata ke dalam SIG, harus digunakan model data, dari model dunia nyata kemudian dikonversikan ke dalam model data dengan mengunakan elemen” geometri dan kualitas, kemudian di transfer ke dalam bentuk basis data yang dapat menangani data” digital yang dapat di presentasikan ke dalam bentuk peta dan laporan.

MODEL BASIS DATA

Model basis data menyatakan hubungan antar rekaman yang tersimpan dalam basis data. Beberapa literatur menggunakan istilah struktur data logis untuk menyatakan keadaan ini. Model dasar yang paling umum ada 3 macam, yaitu :

Model Basis Data Relasional
Perbedaan penekanan para perancang sistem SIG pada pendekatan basis data untuk penyimpanan koordinatkoordinat peta dijital telah memicu pengembangan dua pendekatan yang berbeda dalam mengimplementasikan basis data relasional di dalam SIG. Pengimplementasian basis data relasional ini didasarkan pada model data hybrid atau terintegrasi.

Model Data Hybrid
Langkah awal pada pendekatan ini adalah pemahaman adanya dugaan atau pendapat bahwa mekanisme penyimpanan data yang optimal untuk informasi lokasi (spasial) di satu sisi, tetapi di dsisi yang lain, tidak optimal untuk informasi atribut (tematik). Berdasarkan hal ini, data kartografi digital disimpan di dalam sekumpulan files sistem operasi direct access untuk meningkatkan kecepatan input-output, sementara data atributnya disimpan did alam DBMS relasioanl lomersial yang standar.

Model Data Terintegrasi
Pendekatan modael data terintegrasi juga dideskripsikan sebagai pendekatan sistem pengelolaan basis data (DBMS) spasial, dengan SIG yang bertindak sebagai query processor. Kebanyakan implementasinya pada saat ini adalah bentuk topologi vektor dengan tabel-tabel relasional yang menyimpan data-data koordinat peta (titik, nodes, segmen garis, dl.) bersama dengan tabel lain yang berisi informasi topologi. Data-data atribut disimpan di dalam tabel-tabel yang sama sebagai basis data map feature (tabel internal atau abel yang dibuat secara otomatis) atau disimpan di dalam tabel-tabel yang terpisah dan dapat diakses melalui operasi relasioanl “JOIN”.

Sumber :
 

Kamis, 05 Mei 2016

Proposal Pembuatan Aplikasi Grab



Penyusun
Ahmad Ansori 10112421
Muhammad Fikri 14112954
Muhammad Amin Fauzan 14112873
Muhammad Nur Hemi Adi 15112024
Robertus Koekuh 16112653

I. Latar Belakang
              Seiring dengan perkembangan zaman yang segala sesuatunya berbasiskan teknologi. Aplikasi ini sangat membantu kegiatan masyarakat menjadi lebih efisien dan praktis. Karena saya pernah menemukan suatu kasus  yang dialami oleh teman saya sendiri, ketika dia sangat membutuhkan taksi untuk mengantar salah satu keluarganya ke rumah sakit maka dia mencari transportasi, akan tetapi setelah lama dia menunggu taksi atau transportasi lain tak kunjung datang. Oleh karena itu aplikasi ini sangat dibutuhkan oleh banyak masyarakat karena dengan adanya kasus seperti yang telah diceritakan, masalah dapat terselesaikan atau kita dapat dengan mudah mengakses seperti taxi atau transportasi berbasis online lain.
           Kelebihan aplikasi ini dibanding dengan sistem aplikasi lain yang cara kerjanya serupa yaitu bahwa sistem aplikasi ini lebih baik dalam pengelolaan pemilihan driver, karena sistem aplikasi ini memilih driver dengan jarak yang paling dekat dengan kita yang memesan dan kita pun dapat melihat driver tersebut di dalam sebuah gps. Selain itu kita pun dapat memberikan rating untuk para driver, awal mula para driver diberikan rating 5.00 oleh perusahaan, dan ketika dia mendapatkan pelanggan , para pelanggan dapat memberikan rating yg maksimal 5.00. dan jika rating driver tersebut sudah dibawah 3.00 maka perusahaan akan memanggil driver tersebut dan mewawancarainya mengapa ratingnya dapat serendah itu, dan driver tersebut pun harus mengulang safety riding kembali untuk dapat bekerja kembali.

II. Tujuan Aplikasi
           Menyediakan pelayanan online yang bertujuan memberikan kenyamanan dan keamanan terhadap penumpang dengan menyediakan sistem pelayanan terbaru, yang akan menimbulkan keefektifitas dan keefisiensian pengguna untuk mempermudah segala kebutuhan dan mempertahankan rutinitas pengguna akan waktu yang dibutuhkan.

III. Konsep Aplikasi
         Konsep pembuatan dalam aplikasi Grab ini memakai pendekatan metode konsep SDLC (System Development Life Cycle), pada metode ini dilakukan beberapa tahap seperti
1. Planning
Melakukan pengumpulan data dan mengidentifikasi masalah akan seksama.
2. Analysist
       Menganalisa masalah yang terjadi di lapangan sebelumnya pemakaian jasa aplikasi pemesanan transportasi berbasis online yang sudah ada, dan membandingkannya dengan aplikasi yang dibuat , serta dapat berkontribusi dengan apa yang terjadi nantinya setelah pembuatan aplikasi.
3. Design
        Pada tahap ini melakukan perancangan struktur navigasi, perancangan input output dan perancangan tampilan aplikasi Grab itu sendiri.
4. Implementation
           Membuat serta memberikan sentuhan terakhirnya dengan pengisian kode program yang sebelumnya tertera pada perancangan input output aplikasi.
5. Testing
          Tahap ini merupakan tahap uji coba program yang dihasilkan dari tahap implementasi untuk mengetahui apakah fungsionalitasnya terpenuhi dan sesuai dengan rancangan dasar penelitian.
Juga terdapat beberapa fitur Grab yang dimasukkan dalam aplikasi seperti :
§  Grabbike
§  Grabtaxi
§  Grabcar
§  Grabexpress
§  Dan, Grabfood.

IV. Implementasi


           Pada pengimplementasian terdapat fitur-fitur akan kegunaannya dari fitur itu sendiri kepada pengguna aplikasi seperti:
1. Grabbike


Pada fitur Grabbike disini penggunakan akan menikmati pelayanan berupa ojek dengan kelebihan: pengguna akan lebih cepat menuju tujuan yang diminati karena dengan menggunakan kendaraan roda dua, akan memudahkan menerjang kemacetan yang terjadi dan lebih cepat untuk melintasi kondisi perjalanan yang tak diinginkan. Lebih aman karena profile biker atau ojek telah terdaftar lebih dahulu dalam database perusahaan dan menggunakan atribut lengkap serta memiliki catatan perjalanan yang tak diragukan. Masalah pembayaran lebih pasti, penumpang tidak perlu memakan waktu lagi untuk tawar menawar karena biaya perjalanan yang telah ditentukan.

2. Grabtaxi


         Pada fitur Grabtaxi pengguna akan menikmati layanan transportasi berupa taxi dengan kelebihan: Efisien dalam pencarian transportasi pada lokasi tertentu karena tersedia layanan yang dapat membantu penumpang menemukan pengemudi taksi terdekat pada aplikasi. Memiliki keamanan yang terjamin karena perusahaan memiliki jaringan armada taksi terluas yang menawarkan pengalaman berkendara yang paling efisien dan aman untuk pengguna. Tarif juga memiliki kepastian yang sesuai dengan argo yang berjalan tanpa menggunakan argo tembak. Keamanan pada driver taksi juga terjamin karena seluruh driver yang terkait telah dipastikan terdaftar dan berlisensi juga berpengalaman untuk memastikan layanan berkendara yang aman dan nyaman.

3. Grabcar


          Pada fitur grabcar pengguna akan menikmati layanan berupa kenyamanan transportasi baru yang berupa mobil pribadi yang telah terorganisir dengan memiliki kelebihan:
       Memiliki tarif pasti juga solusi bertransportasi baru yang akan memberikan kenyamanan, keamanan, juga stylish dalam perjalanan dengan tarif pasti dan tanpa memungut biaya pemesanan. Terlindungi oleh asuransi yang disediakan yaitu asuransi kecelakaan bagi maks. 6 penumpang dalam 1 kendaraan. Memiliki pengemudi yang terlatih dan memberikan pelayanan terbaik dan aman bagi penumpang. Memberikan metode pembayaran yang dapat dipilih oleh penumpang dengan metode payment secara tunai maupun non-tunai dengan Grabpay.

4. Grabexpress


       Grab juga memberikan pelayanan pengiriman barang dengan pengiriman yang terjamin aman dan sampai pada tujuan yang diinginkan, juga memiliki kelebihan yang dimilikinya berupa:
                Pengiriman barang dapat berupa dokumen penting atau berupa barang dengan pengiriman yang cepat. Pengamanan barang juga secara langsung dengan setiap pengiriman telah teransuransikan hingga Rp 2 Juta besarnya. Biaya yang disediakan juga ekonomis dengan biaya pengiriman yang dapat dimulai dari Rp 12 Ribu.






5. Grabfood



           Pada fitur terakhir dalam aplikasi terdapat juga layanan pengantaran makanan yang akan memberikan keefektivitasan waktu bagi pemesan, yang memiliki kelebihan seperti:

         
          Pemilihan lokasi restoran dalam aplikasi berdasarkan lokasi terdekat calon pemesan sehingga makanan akan cepat diantar dan tidak memakan waktu yang relatif lama.  Dapat menentukan menu makanan yang akan calon pemesan inginkan. Dapat juga mengalokasikan pengemudi yang paling dekat dengan meilhatnya dalam Maps aplikasi yang telah tersedia dan memilihnya untuk menjadi sang pengantar. Selain mengetahui lokasi pengemudi terdekat dengan lokasi pemesanan, pengguna juga dapat mengestimasikan waktu kedatangan pesanan yang telah diantar dengan melakukan pelacakan pada aplikasi.

V. Rencana Pembuatan Aplikasi
          Total waktu yang disediakan untuk melakukan pembangunan dan pengerjaan aplikasi, dimulai dari pembukaan proyek hingga penutupan proyek adalah 115 hari kerja atau sama dengan dalam kurun waktu 5 bulan masa pengerjaan di mulai dari Bulan Mei sampai dengan September. Untuk Rinciannya telah disediakan dalam gantt chat seperti dibawah ini :


VI. Referensi

https://www.grab.com/id/

Jumat, 01 April 2016

ETIKA DAN PROFESIONALISME PADA APLIKASI ONLINE “GRAB”

Grab adalah salah satu perusahaan rintisan dan perusahaan jaringan transportasi asal Malaysia yang yang menciptakan aplikasi bergerak yang menghubungkan penumpang dengan sopir kendaraan sewaan serta layanan tumpangan. Perusahaan ini dibuat pada tahun 2012 oleh Anthony Than.  Awalnya nama perusahaan ini yaitu GrabTaxi, perusahaan ini menyediakan pemesanan taxi secara online. Akan tetapi pada awal tahun 2015 perusahaan ini meluncurkan layanan terbarunya yaitu GrabBike. GrabBike adalah layanan untuk pemesanan alat transportasi beroda dua yang sering kita sebut ojek secara online sama halnya seperti GoJek. Oleh karena itu perusahaan ini merubah namanya dari GrabTaxi menjadi Grab pada awal tahun 2016. Tidak hanya GrabTaxi dan GrabBike, perusahaan Grab pun menyediakan layanan GrabExpress yang disediakan untuk pengiriman suatu barang. Ada pula layanan GrabCar yang menyediakan jasa pemesanan sebuah mobil. Jadi di dalam satu aplikasi kita mendapatkan 4 layanan yang dapat kita gunakan sesuai dengan kebutuhan kita. Aplikasi ini menjadi aplikasi terbesar di Asia Tenggara setelah 3 tahun beroperasi.


Layanan-layanan “Grab”



Etika dan Profesionalisme pada “Grab”

Seiring dengan perkembangan zaman yang segala sesuatunya berbasiskan teknologi. Aplikasi ini sangat membantu kegiatan masyarakat menjadi lebih efisien dan praktis. Karena saya pernah menemukan suatu kasus  yang dialami oleh teman saya sendiri, ketika dia sangat membutuhkan taksi untuk mengantar salah satu keluarganya ke rumah sakit maka dia mencari taksi, akan tetapi setelah lama dia menunggu taksi tak kunjung datang. Oleh karena itu aplikasi ini sangat dibutuhkan oleh banyak masyarakat karena dengan adanya kasus seperti yang telah diceritakan, masalah dapat terselesaikan atau kita dapat dengan mudah mengakses sebuah taxi.

Kelebihan aplikasi ini disbanding dengan sistem aplikasi lain yang cara kerjanya serupa yaitu bahwa sistem aplikasi ini lebih baik dalam pengelolaan pemilihan driver, karena sistem aplikasi ini memilih driver dengan jarak yang paling dekat dengan kita yang memesan dan kita pun dapat melihat driver tersebut di dalam sebuah gps. Selain itu kita pun dapat memberikan rating untuk para driver, awal mula para driver diberikan rating 5.00 oleh perusahaan, dan ketika dia mendapatkan pelanggan , para pelanggan dapat memberikan rating yg maksimal 5.00. dan jika rating driver tersebut sudah dibawah 3.00 maka perusahaan akan memanggil driver tersebut dan mewawancarainya mengapa ratingnya dapat serendah itu, dan driver tersebut pun harus mengulang safety riding kembali untuk dapat bekerja kembali.

Perusahaan ini pun tidak main-main dalam hal perekrutan para drivernya, jika seseorang ingin menjadi driver maka seseorang tersebut harus menyimpan sebuah jaminan di perusahaan tersebut seperti halnya kartu keluarga atau ijasah. Hal ini dibuat agar para driver tersebut tidak asal dalam bekerja atau hal ini untuk memperkecil adanya masalah driver yang keluar dengan seenaknya dari perusahaan tersebut. Selain itu sebelum para driver diterima, mereka terlebih dahulu harus mengikuti safety riding layaknya pembuatan sebuah sim. Jika mereka telah lulus tahap tersebut, tahap selanjutnya yaitu pemeriksaan dokumen motor. Dan layanan yang membuat aplikasi ini sangat bagus yaitu layanan asuransi, jika salah satu driver atau pelanggan yang memesan mengalami kecelakaan perusahaan ini menyediakan asuransi.

Kesimpulannya layanan aplikasi ini menurut kami merupakan layanan aplikasi yang bagus, karena selain layanan aplikasi ini dapat membantu kegiatan masyarakat lebih efisien dan praktis, layanan aplikasi ini pun memberikan kita kenyamanan dan keamanan.

Jumat, 27 November 2015

SISTEM ALARM KERETA COMMUTER LINE PADA TELEPON SELULER BERBASIS ANDROID


    Latar Belakang

Kereta api komuter adalah sebuah layanan transportasi kereta api penumpang antara pusat kota dan pinggiran kota yang menarik sejumlah besar orang yang melakukan perjalanan setiap hari. Kereta beroperasi mengikuti sebuah jadwal, pada kecepatan yang berbeda-beda mulai dari 50 sampai 200 km/jam.

Pengembangan jalur komuter menjadi populer saat ini, dengan meningkatnya perharian publik terhadap kemacetan, ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, dan masalah lingkungan lain ditambah meningkatnya biaya kepemilikan kendaraan bermotor.

    Batasan Masalah

Pada aplikasi alarm kereta commuter line ini terdiri dari start navigasi yang berisikan listview urutan stasiun Bogor – Jakarta Kota dengan total 25 stasiun, menggunakan Google Maps API v2 untuk menentukan lokasi stasiun dan menentukan titik koordinat, Location Based Service (LBS) untuk menentukan posisi kita berada, database SQLite sebagai penyimpanan data dan dilengkapi dengan set alarm untuk memberikan tanda notifikasi bahwa pengguna sudah sampai ke tempat yang dituju.

    Tujuan

Pada sistem yang berbasis android ini mempunyai tujuan untuk menghasilkan aplikasi alarm kereta commuter line berbasis Android yang dapat membantu penumpang kereta api untuk mengetahui posisi dan memberikan peringatan berupa notifikasi ketika mendekati stasiun tujuan.

    Isi Pembahasan

Membuat aplikasi alarm kereta commuter line berbasis android yang dapat digunakan sehari-hari untuk membantu pengguna android dalam menggunakan transportasi kereta api terutama untuk pengguna yang tertidur di saat perjalanan.

    UML

Use Case Diagram


Use Case Diagram - Sistem Alarm Commuter Line Berbasis Android

Activity Diagram



Activity Diagram - Sistem Alarm Commuter Line Berbasis Android

    Kesimpulan

Penggunaan aplikasi ini cukup mudah digunakan dan bermanfaat untuk para penumpang khususnya pengguna alat transportasi kereta api. Dengan aplikasi ini dapat mengingatkan penumpang pada saat perjalanan dengan memilih stasiun  route Bogor – Jakarta Kota.

Kelebihan

Dengan adanya aplikasi “Alarm Kereta Commuter Line” pada telepon seluler berbasis Android, dapat membantu dan pengingat penumpang yang tertidur dengan menentukan lokasi stasiun yang dituju terlebih dahulu agar menghasilkan peringatan alarm pada jarak yang ditentukan jika kereta ingin sampai ke stasiun yang dipilih.

Kekurangan

masih mencakup 25 stasiun route Bogor – Jakarta Kota selanjutnya seperti dengan penggunaannya harus menggunakan jaringan yang stabil dan memerlukan ketepatan jarak, waktu dan kecepatan kereta menuju stasiun untuk menjalankan aplikasi ini. Pada aplikasi ini sering terjadi keterlambatan navigasi ketika kereta melaju dengan cepat.

APLIKASI ALARM KERETA COMMUTER LINE PADA SMARTPHONE ANDROID


    Pendahuluan


Kereta api komuter adalah sebuah layanan transportasi kereta api penumpang antara pusat kota dan pinggiran kota yang menarik sejumlah besar orang yang melakukan perjalanan setiap hari. Kereta beroperasi mengikuti sebuah jadwal, pada kecepatan yang berbeda-beda mulai dari 50 sampai 200 km/jam. Jarak biaya atau harga zona kadang digunakan.

Untuk itu disini akan menyusun serta membuat aplikasi alarm kereta commuter line berbasis android yang dapat digunakan sehari-hari untuk membantu pengguna android dalam menggunakan transportasi kereta api terutama untuk pengguna yang tertidur di saat perjalanan.

Pengembangan jalur komuter menjadi populer saat ini, dengan meningkatnya perharian publik terhadap kemacetan, ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, dan masalah lingkungan lain ditambah meningkatnya biaya kepemilikan kendaraan bermotor.


    Batasan Masalah

Pada perihal dan identifikasi masalah yang telah disusun dapat disimpulkan batasan masalah yang berada pada penyusunan aplikasi, diantaranya adalah berikut:

    Pada aplikasi alarm kereta commuter line ini terdiri dari start navigasi yang berisikan listview urutan stasiun Bogor – Jakarta Kota dengan total 25 stasiun
    Menggunakan Google Maps API v2 untuk menentukan lokasi stasiun dan menentukan titik koordinat,Location Based Service (LBS) untuk menentukan posisi kita berada
    Dan database SQLite sebagai penyimpanan data dan dilengkapi dengan set alarm untuk memberikan tanda notifikasi bahwa pengguna sudah sampai ke tempat yang dituju.



    Rumusan Masalah

    Apakah dan bagaimana aplikasi ini cukup mudah digunakan dan bermanfaat untuk para penumpang khususnya pengguna alat transportasi kereta api?
    Apakah aplikasi ini dapat mengingatkan penumpang pada saat perjalanan dengan memilih stasiun  route Bogor – Jakarta Kota?



    Tujuan

Tujuan dari pembuatan aplikasi alarm kereta Commuter Line pada smartphone android yakni dapat membantu penumpang kereta api untuk mengetahui posisi dan memberikan peringatan berupa notifikasi ketika mendekati stasiun tujuan dari stasiun pilihan yang dipilih oleh pengguna. Aplikasi ini diperuntukkan oleh pengguna yang memakai operation system Android dan pengguna yang telah mengungguh aplikasi ini pada smartphone mereka.



    Fase Pembuatan Aplikasi

Fase yang digunakan untuk pembuatan aplikasi ini dikembangkan dari beberapa fase sebagai berikut:

    Fase analisis, pada fase ini menentukan kebutuhan dari aplikasi, serta melakukan studi kasus dengan mempelajari dan mengumpulkan sumber-sumber buku dan internet yang berhubungan dengan Android, bahasa pemrograman Java dan alarm commuter.

    Fase perancangan, pada fase ini adalah dengan mulai merancangkan proses pembuatan aplikasi menggunakan Unified Modelling Language (UML) untuk membuat struktur menu, dan setelah itu membuat rancangan tampilan serta codingannya.
    Fase implementasi, pada fase ini adalah dengan menerapkan hasil perancangan. Dengan menggunakan Java Development Kit (JDK) versi jdk1.8.0_45_April_2015 untuk perangkat lunak, Eclipse Luna ADT, Android SDK Manager sebagai editor membangun interface, ADT-23.0.0 sebagai plugin Android pada editor, Location Based Service (LBS) sebagai penentu stasiun yang dituju dengan menggunakan titik koordinat, Database SQLite, dan Google Maps API v2.
    Fase uji coba dilakukan menggunakan AVD Android 5.1 pada komputer dengan spesifikasi processor Intel® Core™ i3-2330M 2.2 GHz, RAM DDR3 2GB, harddisk 500 GB, dan VGA 1GB.



    Waktu Pengerjaan Aplikasi



Keterangan:

Dalam estimasi Pembuatan aplikasi kami membutuhkan waktu 5 hari untuk proses pengerjaan. Terdapat proses pengerjaannya yang meliputi yaitu Desain, Data Base, dan Program. Tahap pertama yakni Pendesainan dirundingkan secara berkelompok terdahulu dan dikerjakan oleh Helmi pada Hari Pertama dan Terakhir dalam pengerjaan. Pada Database dikerjakan oleh Amin dan Robert yang dibuat pada hari kedua dan ketiga. Dan Programmer yakni Ahmad dan Fikri yang pengerjaannya dilakukan pada hari pertama, ketiga, dan hari keempat.



    Rancangan Biaya Pembuatan Aplikasi
Adapun rincian biaya pembuatan aplikasi sebagai berikut:

Berikut adalah biaya spesifikasi yang dibutuhkan dalam pembuatan program

BIAYA REQUIEREMENT




BIAYA ESTIMASI PEMASUKKAN DAN PENGELUARAN PROGRAM

 


BIAYA KESELURUHAN

Biaya Keseluruhan

= Biaya Requirement + Biaya Estimasi Pengeluaran dan Pemasukkan

= Rp 750.000,00 + Rp 1.700.000

= Rp 2.475.000,00

    Sumber Daya Manusia

Untuk pembuatan “Aplikasi alarm kereta Commuter Line” telah disiapkan 5 SDM pada satu team dengan peran yang merangkap masing-masing tugas:




    Penutup
Demikian proposal penawaran ini kami sampaikan dan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam upaya membuat sebuah aplikasi alarm kereta Commuter Line yang bertujuan khususnya pada para penumpang  dan dapat digunakan sehari-hari untuk membantu pengguna android dalam menggunakan transportasi kereta api terutama untuk pengguna yang tertidur di saat perjalanan.

Jumat, 23 Oktober 2015

Sistem Pencarian Kos

Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi khususnya di bidang teknologi sangat Pesat perkembangannya Hal ini telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari misalnya penggunaan Internet sebagai media untuk mendapatkan informasi. Dengan adanya jaringan internet yang memungkinkan orang untuk mendapatkan informasi dari berbagai sumber, tanpa batasan ruang dan waktu.

Sabtu, 20 Juni 2015

Ketika Kematian Merenggut Cintaku

Seorang lelaki muda pintar yang bersikap acuh dengan semua wanita, bernama Roy Hermawan. Roy baru saja merayakan umur 17 tahunnya yang tidaklah spesial. Tanpa Ibu, tanpa ayah dan tanpa siapa-siapa, hanya Roy.

Hari ini adalah hari pertama sekolahnya. Ia sangat malas karena harus melanjutkan kehidupannya yang super monoton, seperti berangkat pagi ke sekolah dan siang hari kembali ke rumah, begitulah hari-harinya. Seperti biasa, dia berangkat sekolah dengan motor butut peninggalan kakeknya. Entah mengapa saat di perjalanannya ke sekolah, Roy selalu memperhatikan sekeliling jalan yang dipenuhi orang-orang dengan kesibukannya masing-masing.

Sesampai di sekolah, Roy melihat banyak anak-anak sekolahnya yang berpacaran dengan mesra di depan umum. Roy belum pernah sama sekali merasakan rasanya jatuh cinta. Selama ini, ia tidak pernah berpikir ingin memiliki pacar. Mungkin karena belum ada wanita yang bisa membuatnya merasa spesial. Tetapi, setelah Roy melihat orang-orang yang berpacaran di sekitarnya, ia merasa iri. Banyak pertanyaan yang timbul di kepalanya.
“Apa gue udah pantes buat dapet pacar?”
“Apa gue harus punya pacar?”
“Apa pacar gue nantinya bisa ngertiin gue?”