Wacana ilmiah
Dalam tataran ilmiah,
bahasa Indonesia sangat wajib diperlukan terutama dalam penulisan karya ilmiah,
sehingga bahasa yang baik dan benar sangat diperlukan agar pemahaman bahasa
dalam satu paragraph ke paragraph lainnya dapat dimengerti.
Bahasa indonesia yang
baik seharusnya sudah di tanamkan sejak dini, agar anak-anak dapat berbahasa
dengan baik dan sopan. Sekarang ini kebanyakan bahasa telah mulai
dipersalahgunakan oleh banyak orang, yang menggunakan bahasa tersebut tidak
pada tempatnya sehingga menimbulkan kerancuan dalam berkomunikasi. Oleh karena
itu, sebaiknya sejak dini kita harus membiasakan diri menggunakan bahasa yang
baik dan benar sehingga pemanfaatan bahasa dapat di rasakan dengan baik oleh
semua pihak.
Contoh wacana ilmiah
Perumusan dan penerapan
metode elemen hingga dianggap terdiri dari delapan langkah dasar.
Langkah-langkah tersebut akan diuraikan dengan cara yang sangat umum. Sifat
distribusi dari akibat-akibat yang ditimbulkan dalam suatu benda tergantung
dari karakteristik istem gaya dan benda itu sendiri. Tujuan selanjutnya akan
dipakai istilah perpindahan atau deormasi sebagai pengganti istilah akibat.
Diasumsikan adalah
sulit untuk mencari distribusi u dengan memakai metode-metode konvensional dan
diputuskan untuk memakai meode elemen hingga yang didasarkan pada konsep
diskritisasi. Benda dibagi menjadi sejumlah elemen kecil yang dinamakan
elemen-elemen hingga. Akibat pembagian(subdivisi) semacam ini adalh perpindahan
turut didiskritisasi menjadi sub-sub zona yang bersesuaian.sekarang
elemen-elemen hasil pembegian diatas menjadi lebih mudah untuk ditinjau,
ibandingkan dengan peninjauan seluruh benda dan distribusi u pada benda
tersebut.
Wacana Semi Ilmiah
wacana yang karakteristiknya berada di antara ilmiah dan non
ilmiah. Contoh artikel, editorial, opini, feuture, reportase.
Contoh Artikel (Wacana
Semi Ilmiah)
Jadilah Sahabat Bumi!
Apakah kita pernah
tersadar dimanakah kita sekarang ini? Kita sebagai manusia hidup di Bumi mulai
dari lahir, kecil, beranjak dewasa, sampai kita meninggal. Kita sangat
berhutang budi pada Bumi, planet tempat tinggal kita yang tercinta ini. Tetapi,
berapa banyak kita telah mengotori Bumi, merusak Bumi, dan membuat Bumi ini
menjadi tidak indah lagi? Kadang-kadang kita tidak sadar bahwa perbuatan kita
sangat merusak Bumi dan terkesan tidak berterima kasih pada Bumi yang telah
berjasa banyak pada Bumi.
Oleh karena itu, kita
harus mulai mengubah hidup kita agar perbuatan kita ini tidak lagi merusak
Bumi. Tentunya kita adalah manusia yang tidak dapat melakukan semua hal. Jadi,
kita cukup melakukan perbuatan yang dapat kita lakukan dan tidak perlu
memaksakan diri. Jika kita hanya dapat berbuat hal-hal yang sederhana, ya kita
lakukan hal sederhana tersebut. Jangan hanya karena hal sederhana yang bis kita
lakukan, kita malu untuk melakukannya sehingga kita tidak melakukan apa-apa.
Tetapi juga kita harus mengembangkan diri supaya bisa melakukan hal yang lebih
besar lagi. Yang terpenting adalah niat dan keikhlasan.
Wacana Non Ilmiah
Non Ilmiah (Fiksi)
adalah satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa
kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh
dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks,
setting dsb.
Contoh penggunaan bahasa
dalam tataran Non-Ilmiah ;
"AKU"
"Kalau sampai waktuku"
"Ku mau tak seorang kan
merayu"
"Tidak juga kau"
"Tak perlu sedu sedan
itu"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar