Masalah sosial
Masalah
sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau
masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan
antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti
kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah
sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.
Indonesia
memiliki tingkat kriminalitas yang tinggi, apalagi di daerah kota besar. Jenis
kejahatan yang dilakukan juga beragam, dari segi motif dan caranya. Tapi paling
banyak yang terjadi adalah kejahatan yang timbul karena faktor ekonomi. Ini terjadi
bukan hanya pada orang yang kurang terpelajar, akan tetapi orang yang
terpelajarpun juga kadang masuk dalam daftar orang yang melakukan tindakan
kriminal. misalnya saja pemalakan, tawuran dsb. Ini bisa dilihat di acara
televisi yang setiap hari pasti ada tayangan kriminal yang terjadi entah itu di
ibu kota atau di daerah.
Baru-baru
saja yang heboh di kalangan masyarakat khususnya pelajar, terjadi tawuran
sesdama pelajar hingga menewaskan satu pelajar dari sekolahan tersebut. Berikut
beritanya :
Empat Hari, Tiga Tawuran
Pelajar di Jakarta
TEMPO.CO, Jakarta - Selama empat hari terakhir,
Kepolisian Daerah Metro Jaya mencatat ada tiga aksi tawuran antarpelajar di DKI
Jakarta. Bentrokan pertama terjadi saat sejumlah pelajar SMAN 70 menyerang para
pelajar SMAN 6 di Bulungan, Jakarta Selatan. Aksi yang terjadi Senin, 24
September 2012, pecah pada pukul 12.10.
Dalam bentrokan ini dua pelajar SMAN 6 mengalami luka-luka. Sedang satu pelajar tewas, yaitu Alawi Yusianto. Polisi sudah menangkap satu pelaku utama berinisial FR, pelajar kelas XI SMAN 70.
Selang dua hari, tawuran kembali terjadi di Jalan Minangkabau, Manggarai, Jakarta Selatan. Kali ini melibatkan para pelajar dari SMA Yayasan Karya 66 (Yake) dan SMK Kartika Zeni. Kembali satu pelajar tewas dengan luka bacok di perut atas nama Deni Yanuar, siswa kelas XII SMA Yayasan Karya 66 (Yake). Tak lama usai bentrok, polisi meringkus pembacok dari SMK Kartika Zeni berinisial AD.
Masih di hari yang sama namun di tempat terpisah, bentrok antarpelajar pecah di Jalan Komodor, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Susilo, 15 tahun, murid kelas X SMK Mahardhika, diserang dua pelajar SMK. Kendati terkena sabetan celurit, nyawa Susilo bisa diselamatkan saat dibawa ke Rumah Sakit UKI, Cawang.
Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menegaskan polisi akan menindak tegas pelaku tawuran. Bila pelaku di bawah umur, polisi tetap akan memproses. "Perlakuannya saja yang berbeda kalau pelaku masih di bawah umur," kata dia di Mapolda, Kamis, 27 September 2012.
Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, dari Januari hingga September 2012, tercatat ada sembilan kasus tawuran yang melibatkan pelajar. Sebanyak empat kasus terjadi di Jakarta Selatan, dua kasus di Jakarta Timur, dan satu kasus masing-masing terjadi di Jakarta Pusat, Depok, dan Bekasi.
Dalam bentrokan ini dua pelajar SMAN 6 mengalami luka-luka. Sedang satu pelajar tewas, yaitu Alawi Yusianto. Polisi sudah menangkap satu pelaku utama berinisial FR, pelajar kelas XI SMAN 70.
Selang dua hari, tawuran kembali terjadi di Jalan Minangkabau, Manggarai, Jakarta Selatan. Kali ini melibatkan para pelajar dari SMA Yayasan Karya 66 (Yake) dan SMK Kartika Zeni. Kembali satu pelajar tewas dengan luka bacok di perut atas nama Deni Yanuar, siswa kelas XII SMA Yayasan Karya 66 (Yake). Tak lama usai bentrok, polisi meringkus pembacok dari SMK Kartika Zeni berinisial AD.
Masih di hari yang sama namun di tempat terpisah, bentrok antarpelajar pecah di Jalan Komodor, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Susilo, 15 tahun, murid kelas X SMK Mahardhika, diserang dua pelajar SMK. Kendati terkena sabetan celurit, nyawa Susilo bisa diselamatkan saat dibawa ke Rumah Sakit UKI, Cawang.
Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menegaskan polisi akan menindak tegas pelaku tawuran. Bila pelaku di bawah umur, polisi tetap akan memproses. "Perlakuannya saja yang berbeda kalau pelaku masih di bawah umur," kata dia di Mapolda, Kamis, 27 September 2012.
Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, dari Januari hingga September 2012, tercatat ada sembilan kasus tawuran yang melibatkan pelajar. Sebanyak empat kasus terjadi di Jakarta Selatan, dua kasus di Jakarta Timur, dan satu kasus masing-masing terjadi di Jakarta Pusat, Depok, dan Bekasi.
Berita diatas tersebut merupakan masalah sosial yang sering kita jumpai dikehidupan kita. Masalah tersebut sangat perlu ditindak lanjuti serta perlu mencari solusi untuk menyelesaikannya.
Menurut opini saya, masalah yang terkandung
dalam berita tersebut termasuk dalam masalah sosial karena faktor budaya. Tawuran
seperti itu banyak hal yang memicu, bukan hanya kenakalan remaja biasa, bisa
jadi itu terjadi karena masalah sosial antar pribadi.
Misalnya saja tawuran di SMA elit
diatas, mungkin salah satu individunya merupakan anak yang orangtuanya telah
bercerai sehingga dia kurang perhatian dan kasih sayang. Itu sangat memicu
masalah-masalah sosial.
Kemudian jika tawuran tersebut terjadi
di kalangan menengah kebawah, pasti hal tersebut karena faktor ekonomi yang
menjadikan para pelajar frustasi atau menjadikan mereka menjadi nakal.
Sehingga menurut saya masalah sosial
terjadi juga karena faktor lingkungan dimana para individu itu beraktifitas. Masalah
sosial juga dapat terjadi karena ketidaksesuaian antara
unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok
sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan
gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau
masyarakat.
ROBERTUS KOEKUH AGUNG PRASETYO
KELAS: 1KA10
NPM: 16112653
Tidak ada komentar:
Posting Komentar