Senin, 01 Oktober 2012

Empat Hari, Tiga Tawuran Pelajar di Jakarta



Masalah sosial
Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.
Indonesia memiliki tingkat kriminalitas yang tinggi, apalagi di daerah kota besar. Jenis kejahatan yang dilakukan juga beragam, dari segi motif dan caranya. Tapi paling banyak yang terjadi adalah kejahatan yang timbul karena faktor ekonomi. Ini terjadi bukan hanya pada orang yang kurang terpelajar, akan tetapi orang yang terpelajarpun juga kadang masuk dalam daftar orang yang melakukan tindakan kriminal. misalnya saja pemalakan, tawuran dsb. Ini bisa dilihat di acara televisi yang setiap hari pasti ada tayangan kriminal yang terjadi entah itu di ibu kota atau di daerah.
Baru-baru saja yang heboh di kalangan masyarakat khususnya pelajar, terjadi tawuran sesdama pelajar hingga menewaskan satu pelajar dari sekolahan tersebut. Berikut beritanya :

Empat Hari, Tiga Tawuran Pelajar di Jakarta
TEMPO.CO, Jakarta - Selama empat hari terakhir, Kepolisian Daerah Metro Jaya mencatat ada tiga aksi tawuran antarpelajar di DKI Jakarta. Bentrokan pertama terjadi saat sejumlah pelajar SMAN 70 menyerang para pelajar SMAN 6 di Bulungan, Jakarta Selatan. Aksi yang terjadi Senin, 24 September 2012, pecah pada pukul 12.10.

Dalam bentrokan ini dua pelajar SMAN 6 mengalami luka-luka. Sedang satu pelajar tewas, yaitu Alawi Yusianto. Polisi sudah menangkap satu pelaku utama berinisial FR, pelajar kelas XI SMAN 70.

Selang dua hari, tawuran kembali terjadi di Jalan Minangkabau, Manggarai, Jakarta Selatan. Kali ini melibatkan para pelajar dari SMA Yayasan Karya 66 (Yake) dan SMK Kartika Zeni. Kembali satu pelajar tewas dengan luka bacok di perut atas nama Deni Yanuar, siswa kelas XII SMA Yayasan Karya 66 (Yake). Tak lama usai bentrok, polisi meringkus pembacok dari SMK Kartika Zeni berinisial AD.

Masih di hari yang sama namun di tempat terpisah, bentrok antarpelajar pecah di Jalan Komodor, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Susilo, 15 tahun, murid kelas X SMK Mahardhika, diserang dua pelajar SMK. Kendati terkena sabetan celurit, nyawa Susilo bisa diselamatkan saat dibawa ke Rumah Sakit UKI, Cawang.

Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menegaskan polisi akan menindak tegas pelaku tawuran. Bila pelaku di bawah umur, polisi tetap akan memproses. "Perlakuannya saja yang berbeda kalau pelaku masih di bawah umur," kata dia di Mapolda, Kamis, 27 September 2012.

Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, dari Januari hingga September 2012, tercatat ada sembilan kasus tawuran yang melibatkan pelajar. Sebanyak empat kasus terjadi di Jakarta Selatan, dua kasus di Jakarta Timur, dan satu kasus masing-masing terjadi di Jakarta Pusat, Depok, dan Bekasi.



 Berita diatas tersebut  merupakan masalah sosial yang sering kita jumpai dikehidupan kita. Masalah tersebut sangat perlu ditindak lanjuti serta perlu mencari solusi untuk menyelesaikannya.
Menurut opini saya, masalah yang terkandung dalam berita tersebut termasuk dalam masalah sosial karena faktor budaya. Tawuran seperti itu banyak hal yang memicu, bukan hanya kenakalan remaja biasa, bisa jadi itu terjadi karena masalah sosial antar pribadi.
Misalnya saja tawuran di SMA elit diatas, mungkin salah satu individunya merupakan anak yang orangtuanya telah bercerai sehingga dia kurang perhatian dan kasih sayang. Itu sangat memicu masalah-masalah sosial.
Kemudian jika tawuran tersebut terjadi di kalangan menengah kebawah, pasti hal tersebut karena faktor ekonomi yang menjadikan para pelajar frustasi atau menjadikan mereka menjadi nakal.
Sehingga menurut saya masalah sosial terjadi juga karena faktor lingkungan dimana para individu itu beraktifitas. Masalah sosial juga dapat terjadi karena ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.

ROBERTUS KOEKUH AGUNG PRASETYO
KELAS: 1KA10
NPM: 16112653
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar