BAB I
PENDAHULUAN
Kata tanggung jawab sudah tidak asing
lagi di telinga kita dan bahkan tidak jarang ada sebagian orang yang
tidak mengenal arti dari tanggung jawab tersebut . Menurut Kamus
Bahasa Indonesia arti kata tanggung jawab adalah keadaan wajib
menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut,
dipersalahkan, diperkarakan, dsb). Hak fungsi menerima pembebanan,
sebagai akibat sikap pihak sendiri atau pihak lain. Kalau ditambah
imbuhan “Bertanggung jawab” berarti berkewajiban menanggung;
memikul tanggung jawab, menanggung segala sesuatunya. Arti kata
keadaan wajib menanggung segala sesuatunya adalah kurang lebih adalah
secara tidak langsung kita dipaksa untuk menanggung akibat dari
perbuatan yang kita lakukan . Ada peribahasa yang mengatakan “berani
berbuat berani bertanggung jawab” , peribahasa tersebut menegaskan
bahwa akibat dari perbuatan yang kita lakukan harus kitalah yang
bertanggungjawab.
Perilaku tanggung jawab harus
diterapkan dimana saja kita berada karena ini merupakan sifat yang
terpuji, oleh karena itu kita wajib bertanggung jawab atas segala
bentuk apapun yang kita perbuat, entah itu perbuatan baik ataupun
tidak. Bertanggung jawab berarti kita juga telah berlaku jujur.
Tanggung jawab kita
sebagai manusia itu bermacam-macam mulai dari beribadah kepada Tuhan,
sampai Kalifatullahi atau sebagai seorang pemimpin.
Maka dari itu kita
sebagai manusia makhluk yang sempurna harus bersikap tanggung jawab
dibidang apapun atau diprofesi apapun yang kita jalani agar semua
yang kita lakukan mendapat Ridho dari Tuhan yang Maha Esa.
Tanggung jawab hendaknya
harus kita tanamkan sejak kecil. Jika tanggung jawab sudah kita
tanamkan sejak kecil , maka secara tidak langsung kita akan berpikir
sebelum bertindak . Jadi kita tidak asal dalam melakukan sebuah
tindakan.
B. RUANG LINGKUP
Dalam
makalah yang bertema tanggung jawab ini, penulis akan membahas
tentang peran mahasiswa terhadap tanggung jawab sosial, antara lain
sebagai berikut :
- bagaimana peran mahasiswa terhadap tanggungjawab sosial
- menjelaskan tentang peran moral sosial. Akademik, politik
- pendapat penulis tentang peran mahasiswa terhadap tanggung jawab
BAB
II
PEMBAHASAN
1.
Peran moral
Mahasiswa
yang dalam kehidupanya tidak dapat memberikan contoh dan keteladanan
yang baik berarti telah meninggalkan amanah dan tanggung jawab
sebagai kaum terpelajar . Dalam tingkatan pelajar, mahasiswa sudah
merupakan tingkatan yang paling tinggi. Jika sudah masuk tingkatan
paling tinggi berarti mahasiswa harus bosa lebih dewasa dalam
berpikir. Dewasa dalam berpikir bisa diartikan mahasiswa dapat
membangun moral diri sendiri. Jika hari ini kegiatan mahasiswa
berorientasi pada hedonisme (hura – hura dan kesenanggan) maka
berarti telah berada persimpangan jalan dan tidak layak disebut
sebagai mahasiswa. Jika mahasiswa hari ini lebih suka mengisi waktu
luang mereka dengan agenda rutin pacaran tanpa tahu dan mau ambil
tahu tentang perubahan di negeri ini maka mahasiswa semacam ini
adalah potret “generasi yang hilang “yaitu generasi yang terlena
dan lupa akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemuda dan
mahasiswa.
2.
Peran
sosial
Mahasiswa
harus menumbuhkan jiwa-jiwa sosial yang dalam atau dengan kata lain
solidaritas sosial. Solidaritas yang tidak dibatasi oleh sekat sekat
kelompok, namun solidaritas sosial yang universal secara menyeluruh
serta dapat melepaskan keangkuhan dan kesombongan. Mahasiswa tidak
bisa melihat penderitaan orang lain, tidak bisa melihat poenderitan
rakyat, tidak bisa melihat adanya kaum tertindas dan di biarkan
begitu saja. Mahasiswa dengan sifat kasih dan sayangnya turun dan
memberikan bantuan baik moril maupun materil bagi siapa saja yang
memerlukannya. Mahasiswa hendaknya menjadi motor penggerak dalam
hubungannya dengan kehidupan sosial. Jika bukan mahasiswa siapa lagi
yang akan mulai bergerak dalam bidang sosial ? Oleh karena itu
mahasiswa lah yang harus memulai.
3.
Peran
Akademik
Sesibuk
apapun mahasiswa, turun kejalan, turun ke rakyat dengan aksi
sosialnya, sebanyak apapun agenda aktivitasnya jangan sampai membuat
mahasiswa itu lupa bahwa adalah insan akademik. Mahasiswa dengan
segala aktivitasnya harus tetap menjaga kuliahnya. Setiap orang tua
pasti ingin anaknya selesai kuliah dan menjadi orang yang berhasil.
Oleh karena itu akademik haruslah menjadi nomer 1 dan yang paling
utama. Percuma saja jika kita bergerak dalam bidang sosial, politik ,
dan budaya tetapi tidak ada landasan pemikiran yang benar. Maka
sebagai seorang anak berusahalah semaksimal mungkin untuk dapat
mewujudkan keinginan itu, untuk mengukir masa depan yang cerah dan
membahagiakan orang tua.
4.
Peran
politik
Peran
politik adalah peran yang paling berbahaya karena disini mahasiswa
berfungsi sebagai presseur group ( group penekan ) bagi pemerintah
yang zalim. Oleh karena itu pemerintah yang zalim merancang
sedemikian rupa agar mahasiswa tidak mengambil peran yang satu ini.
Pada masa ordebaru di mana daya kritis rakyat itu di pasung, siapa
yang berbeda pemikiran dengan pemerintah langsung di cap sebagai
makar dan kejahatan terhadap negara. Mahasiswa adalah kaum terpelajar
dinamis yang penuh dengan kreativitas. Mahasiswa adalah bagian yang
tidak dapat dipisahkan dari rakyat. Sekarang mari kita pertanyakan
pada diri kita yang memegang label Mahasiswa, sudah seberapa jauh
kita mengambil peran dalam diri kita dan lingkungan.
Pendapat
penulis terhadap tema yang diangkat bahwa sebagai mahasiswa yang
sudah bukan anak SMA, SMP, ataupun SD harus bisa lebih bertanggung
jawab dalam melakukan tindakan. Mahasiswa sudah melalui tahap-tahap
yang panjang dalam bidang persekolahan . Tindakan yang dilakukan
mahasiswa harus lebih bertanggung jawab. Semakin tinggi tingkat
pendidikan kita, dituntut pula tanggung jawab yang lebih besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar