Judul: KEPEMIMPINAN
Mata Kuliah: Ilmu Budaya Dasar
NPM: 16112653
Kelas: 1KA10
Dosen Pengasuh: Sri Hermawati
UNIVERSITAS GUNADARMA
BAB II
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Kepemimpinan
atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab
prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat
bagi kesejahteraan manusia (Moejiono, 2002). Ada banyak pengertian
yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing,
definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa
kesamaan.
Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).
Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).
Dari
pendapat pendapat tersebut bisa disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah
sikap atau kemauan diri sendiri untuk mengarahkan orang lain atau
kelompok untuk berbuat sesuatu yang telah disepakati bersama. Untuk
menjadi seorang pemimpin dibutuhkan sikap yang tegas dan punya
pendirian yang kuat
Rumusan
masalah
Dalam makalah sederhana
ini penulis menjelaskan tentang kepempinan dalam organisasi ,
meliputi sikap yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin . Selain
itu juga menjelaskan tentang pentingnya seorang pemimpin dalam sebuah
organisasi yang berdampak pada kinerja anggota yang ada dalam sebuah
organisasi tersebut
Judul: KEPEMIMPINAN
Mata Kuliah: Ilmu Budaya Dasar
NPM: 16112653
Kelas: 1KA10
Dosen Pengasuh: Sri Hermawati
UNIVERSITAS GUNADARMA
BAB II
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Kepemimpinan
atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab
prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat
bagi kesejahteraan manusia (Moejiono, 2002). Ada banyak pengertian
yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing,
definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa
kesamaan.
Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).
Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).
Dari
pendapat pendapat tersebut bisa disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah
sikap atau kemauan diri sendiri untuk mengarahkan orang lain atau
kelompok untuk berbuat sesuatu yang telah disepakati bersama. Untuk
menjadi seorang pemimpin dibutuhkan sikap yang tegas dan punya
pendirian yang kuat
Rumusan
masalah
Dalam makalah sederhana
ini penulis menjelaskan tentang kepempinan dalam organisasi ,
meliputi sikap yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin . Selain
itu juga menjelaskan tentang pentingnya seorang pemimpin dalam sebuah
organisasi yang berdampak pada kinerja anggota yang ada dalam sebuah
organisasi tersebut
BAB II
PEMBAHASAN
Kepemimpinan
merupakan factor terpenting dalam suatu organisasi, Tindakan pemimpin
akan mempengaruhi gerak suatu organisasi. Pemimpin yang dapat
memerankan fungsi secara maksimal dan dapat mencapai tujuan tertentu
yang disepakati dapat dikatakan sebagai kepemimpinan yang efektif.
Dalam kehidupan organisasi yang didalamnya melibatkan berbagai pola
interaksi antar manusia, baik secara individual maupun kelompok,
masalah konflik merupakan fakta yang tidak dapat dihindarkan. Dan
konflik itu sendiri merupakan proses dinamis yang dapat dilihat,
diuraikan dan dianalisa. Oleh karna itu, konflik sebagai suatu proses
sangat menarik dalam dunia manajemen.
Dalam
organisasi manapun, rasa kebersamaan di antara para anggotanya adalah
mutlak, sebab rasa kebersamaan pada hakikinya merupakan pencerminan
dari pada kesepakatan antara para bawahan, maupun antara pemimpin
dengan bawahan, dalam mencapai tujuan organisasi. Tapi dalam hal
tertentu mungkin akan timbul ketidaksesuaian antara para bawahan
(Timbul persoalan). Apabila diantara mereka tidak dapat menyelesaikan
persoalan, pemimpin perlu turun tangan untuk segera menyelesaiakan.
Dan dalam hal memecahkan persoalan hubungan diantara bawahan,
pimpinan harus bersikap adil tidak memihak.
Setiap
orang pada dasarnya menghendaki ada pengakuan pada hasil karyanya
dari orang lain. Demikian pula setiap bawahan dalam organisasi
memerlukan adanya pengakuan dan penghargaan pada bawahannya baik
dalam bentuk verbal maupun non verbal.
Peranan
pimpinan dalam suatu organisasi adalah menciptakan rasa aman, dengan
terciptanya rasa aman bawahan dalam melaksanakan tugas-tugasnya
merasa tidak tertanggu, bebas dari segala perasaan gelisah,
kekhawatiran , bahkan merasa memperoleh jaminan keamanan dari
pimpinan. Dan bagaimana seorang pemimpin itu harus berperilaku
terhadap konflik, perlu berorientasi kembali kepada berbagai teori
kepemimpinan yang ada.
Seorang
pemimpin harus bisa menjadi contoh yang baik untuk bawahannya.
Pemimpin pasti akan selalu menjadi sorotan terhadap apapun yang dia
lakukan. Semakin tinggi jabatan yang kita pegang , semakin banyak
rintangan yang akan kita hadapi. Jika kita sebagai pemimpin bisa
bersikap baik dan sewajarnya dengan bawahan, pasti bawahan kita akan
senang dan pekerjaan yang dilakukan akan lancar . Beda dengan
pemimpin yang anarkis dan menang sendiri, pasti banyak orang yang
tidak suka dengan sikap pemimpim tersebut. Sikap seorang pemimpin
juga berpengaruh terhadap kinerja anggota dan organisasi yang dia
pimpin . Oleh karena itu seorang pemimpin harus mempunyai sikap yang
tegas dalam pendirian dan bisa membuat nyaman anggota yang dia
pimpin.
BAB II
PEMBAHASAN
Kepemimpinan
merupakan factor terpenting dalam suatu organisasi, Tindakan pemimpin
akan mempengaruhi gerak suatu organisasi. Pemimpin yang dapat
memerankan fungsi secara maksimal dan dapat mencapai tujuan tertentu
yang disepakati dapat dikatakan sebagai kepemimpinan yang efektif.
Dalam kehidupan organisasi yang didalamnya melibatkan berbagai pola
interaksi antar manusia, baik secara individual maupun kelompok,
masalah konflik merupakan fakta yang tidak dapat dihindarkan. Dan
konflik itu sendiri merupakan proses dinamis yang dapat dilihat,
diuraikan dan dianalisa. Oleh karna itu, konflik sebagai suatu proses
sangat menarik dalam dunia manajemen.
Dalam
organisasi manapun, rasa kebersamaan di antara para anggotanya adalah
mutlak, sebab rasa kebersamaan pada hakikinya merupakan pencerminan
dari pada kesepakatan antara para bawahan, maupun antara pemimpin
dengan bawahan, dalam mencapai tujuan organisasi. Tapi dalam hal
tertentu mungkin akan timbul ketidaksesuaian antara para bawahan
(Timbul persoalan). Apabila diantara mereka tidak dapat menyelesaikan
persoalan, pemimpin perlu turun tangan untuk segera menyelesaiakan.
Dan dalam hal memecahkan persoalan hubungan diantara bawahan,
pimpinan harus bersikap adil tidak memihak.
Setiap
orang pada dasarnya menghendaki ada pengakuan pada hasil karyanya
dari orang lain. Demikian pula setiap bawahan dalam organisasi
memerlukan adanya pengakuan dan penghargaan pada bawahannya baik
dalam bentuk verbal maupun non verbal.
Peranan
pimpinan dalam suatu organisasi adalah menciptakan rasa aman, dengan
terciptanya rasa aman bawahan dalam melaksanakan tugas-tugasnya
merasa tidak tertanggu, bebas dari segala perasaan gelisah,
kekhawatiran , bahkan merasa memperoleh jaminan keamanan dari
pimpinan. Dan bagaimana seorang pemimpin itu harus berperilaku
terhadap konflik, perlu berorientasi kembali kepada berbagai teori
kepemimpinan yang ada.
Seorang
pemimpin harus bisa menjadi contoh yang baik untuk bawahannya.
Pemimpin pasti akan selalu menjadi sorotan terhadap apapun yang dia
lakukan. Semakin tinggi jabatan yang kita pegang , semakin banyak
rintangan yang akan kita hadapi. Jika kita sebagai pemimpin bisa
bersikap baik dan sewajarnya dengan bawahan, pasti bawahan kita akan
senang dan pekerjaan yang dilakukan akan lancar . Beda dengan
pemimpin yang anarkis dan menang sendiri, pasti banyak orang yang
tidak suka dengan sikap pemimpim tersebut. Sikap seorang pemimpin
juga berpengaruh terhadap kinerja anggota dan organisasi yang dia
pimpin . Oleh karena itu seorang pemimpin harus mempunyai sikap yang
tegas dalam pendirian dan bisa membuat nyaman anggota yang dia
pimpin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar