A.
Pengertian
dan arti penting komunikasi
Komunikasi
adalah suatu proses atau kegiatan penyampaian pesan dari seseorang kepada orang
lain untuk mencapai tujuan tertentu. Komunikasi adalah prasyarat kehidupan
manusia. Kehidupan manusia akan tampak hampa apabila tidak ada komunikasi.
Karena tanpa komunikasi, interaksi antar manusia, baik secara perorangan,
kelompok, ataupun organisasi tidak mungkin dapat terjadi. Dua orang dikatakan
melakukan interaksi apabila masing-masing melakukan aksi dan reaksi. Aksi dan
reaksi dilakukan manusia baik secara perorangan, kelompok, atau organisasi.
Pengertian
komunikasi secara etimologis dan terminologis
Pengertian
komunikasi secara etimologis
Istilah komunikasi berasal dari bahasa
latin communicatio, dan perkataan ini bersumber pada kata communis. Komunikasi
berlangsung apabila antara orang-orang yang terlibat terdapat kesamaan makna
mengenai suatu hal yang dikomunikasikan. Dengan kata lainperkataan, hubungan
antara mereka itu bersifat komunikatif.
Pengertian
komunikasi secara terminologis
Komunikasi berarti proses penyampaian
suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Dari pengertian itu jelas
bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang, dimana seseorang menyatakan sesuatu
kepada orang lain. Jadi, yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia
Komunikasi dapat diartikan sebagai
proses pemindahan dalam gagasan atau informasi seseorang ke orang lain. Selain
dikatakan sebagai proses pemindahan gagasan seseorang dari orang lain dalam
bentuk kata-kata tetapi juga dalam bentuk ekspresi wajah intonasi dan
sebagainya. Komunikasi dapat menghubungkan antara bagian yang berbeda atau
disebut rantai pertukaran informasi. Hal ini mengandung unsur-unsur ;
1.
Sebagai
kegiatan seseorang untuk megerti,
2.
Sebagai
sarana pengendalian informasi,
3. Sebagai
sistem bagi terjalinnya komunikasi diantara individu-individu.
B.
Jenis
dan Proses Komunikasi
Untuk
mengetahui komunikasi antara pimpinan perusahaan dengan karyawan komunikasi
dibedakan menjadi tiga menurut jenisnya: (Soejono Trimo, Analisis Kepemimpinan
Angkasa Bandung.1986)
a Downwar Communication
a Downwar Communication
Koordinasi
melalui rencana yang telah dibuat (by plan) yang dapat dikatakan koordinasi itu
mencapai bentuk komunikasi yang akhirnya berjalan kebawah. Komunikasi ini
bersifat satu arah dari pemimpin kepada bawahanya. Informasi yang disampaikan
meliputi antara lain, kebijaksanaan pemimpin, peraturan, ketentuan yang harus
diikuti oleh pekerja. jadwal kegiatan atau program dan alokasi sumber-sumber.
b. Upward Communication
Koordinasi melalui umpan balik
(feed back), berarti komunikasi teratur keatas, dari bawahan kepimpinan
terutama dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis, pemimpin
atau manajer sangat memerlukan input informasi yang berupa laporan, saran dari
bawahan untuk dapat mengkoordinasikan seluruh kegiatan itu.
c. Komunikasi Horizontal atau
diagonal
Koordinasi melalui interaksi
lateral sebenarnya merupakan satu alur komunikasi atau informasi yang sifatnya
horizontal atau diagonal antar departemen/unit-unit dalam organisasi.
Komponen-komponen
dalam proses komunikasi :
o
Komunikator : orang yang menyampaikan
pesan
o
Pesan : pernyataan yang didukung oleh
tambang
o
Komunikan : orang yang menerima pesan
o
Media : sarana atau saluran yang
mendukung pesan bila komunikan jauh tempatnya atau banyak jumlahnya
o
Efek : dampak sebagai pengaruh dari
pesan
Komunikasi terjadi harus berdasar faktor-faktor di bawah ini juga agar
komunikasi dapat berjalan lancar baik untuk pihak komunikator maupun komunikan.
o Ketepatan
waktu dan sasaran dalam komunikasi
Dalam berkomunikasi kita harus
memperhatikan waktu penyampaian serta keakuratan informasi yang akan kita
berikan serta siapa orang-orang yang akan kita ajak berkomunikasi harus kita
sesuaikan dengan apa yang akan kita bahas.
o Kelengkapan
Komunikasi
Menyampaikan
sebuah informasi atau berita dalam komunikasi tidaklah boleh hanya
setengah-setengah karena hal tersebut akan menimbulkan kerancuan atau
kesalahpahaman untuk pihak penerimanya.
Teknik berkomunikasi adalah cara atau
“seni”penyampaian suatu pesan yang dilakukan seorang komunikator sedemikian ,
sehingga menimbulkan sesuatu pada komunikan. Pesan yang disamapaikan
komunikator adalah pernyataan sebagai padian pikiran dan perasaan , dapat
berupa ide, informasi, keluhan, dsb
C.
Komunikasi
Efektif
Komunikasi
Efektif yaitu komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude
change) pada orang lain yang bisa terlihat dalam proses komunikasi.
Secara
sederhana, komunikasi efektif terjadi apabila orang berhasil menyampaikan apa
yang dimasudkannya. Menurut Tubbs, (Yusrizal:2005)”secara umum, komunikasi
dinilai efektif bila rangsangan yang disampaikan dan yang dimaksudkan oleh
pengirim atau sumber, berkaitan erat dengan rangsangan yang ditangkap dan
dipahami oleh penerima”.
Menurut Jalaluddin dalam bukunya
Psikologi Komunikasi menyebutkan, komunikasi yang efektif ditandai dengan
adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap,
meningkatkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu
tidakan.
Syarat-syarat untuk berkomunikasi secara efektif
adalah antara lain :
- Menciptakan suasana yang menguntungkan.
- menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti.
- pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat di pihak komunikan.
- Pesan dapat menggugah kepentingan dipihak komunikan yang dapat menguntungkannya.
- Pesan dapat menumbuhkan sesuatu penghargaan atau reward di pihk komunikan.
D.
Implikasi
Manajerial
Menurut kamus
besar Bahasa Indonesia, kata Implikasi berarti akibat. Kata Implikasi sendiri
dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat ini
adalah manajerial atau manajemen
Dalam Manajemen terdapat 2 implikasi yaitu :
Dalam Manajemen terdapat 2 implikasi yaitu :
o
Implikasi prosedural : tata cara analisis,
pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
o
Implikasi kebijakan :sifat substantif, perkiraan
ke depan dan perumusan tindakan
Teori Managerial Grid
Teori dikemukakan oleh Robert K.
Blake dan Jane S. Mouton yang membedakan dua dimensi dalam kepemimpinan, yaitu
“concern for people” dan “concern for production”. Pada dasarnya teori
managerial grid ini mengenal lima gaya kepemimpinan yang didasarkan atas dua
aspek tersebut, yaitu
Improvised artinya pemimpin
menggunakan usaha yang paling sedikit untuk menyelesaikan tugas tertentu dan hal
ini dianggap cukup untuk mempertahankan organisasi.
Country Club artinya kepemimpinann
didasarkan kepada hubungan informal antara individu artinya perhatian akan
kebutuhan individu dengan persahabatan dan menimbulkan suasana organisasi dan
tempo kerja yang nyaman dan ramah.
Team yaitu kepemimpinan yang
didasarkan bahwa keberhasilan suatu organisasi tergantung kepada hasil kerja
sejumlah individu yang penuh dengan pengabdian dan komitmen. Tekanan untama
terletak pada kepemimpinan kelompok yang satu sama lain saling memerlukan.
Dasar dari kepemimpinan kelompok ini adalah kepercayaan dan penghargaan.
Task artinya pemimpin memandang
efisiensi kerja sebagai factor utama keberhasilan organisasi. Penampilan
terletak pada penampilan individu dalam organisasi.
Daftar Pustaka
Didi supriadie & deni darmawan, “Komunikasi
pembelajaran”, bandung,2012
Morissan, “ Teori komunikasi Individu hingga massa”,
jakarta, 2013
Effendy,onong uchjana, “ Dinamika Komunikasi”, Bandung, 1986
ervinanto.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar