A.
ARTI PENTING KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan
adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepadapengikutnya
dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan
adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang
senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan
sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
Dalam hal merumuskan pengertian dari kepemimpinan ini, tentu
berbeda tergantung dari sudut mana seseorang melihatnya. berikut beberapa
definisi dari kepemimpinan:
- Koontz & O’donnel, mendefinisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi sekelompok orang sehingga mau bekerja dengan sungguh-sungguh untuk meraih tujuan kelompoknya.
- Wexley & Yuki [1977], kepemimpinan mengandung arti mempengaruhi orang lain untuk
- lebih berusaha mengarahkan tenaga, dalam tugasnya atau merubah tingkah laku mereka
- Georger R. Terry, kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang untuk bersedia berusaha mencapai tujuan bersama.
5.
Pendapat
lain, kepemimpinan merupakan suatu proses dengan berbagai cara mempengaruhi
orang atau sekelompok orang.
Pemimpin
sendiri adalah seseorang yang bertanggung jawab atas suatu organisasi dalam
mencapai tujuan tertentu. Pimpinan yang dapat dikatakan sebagai pemimpin yang
baik setidaknya memenuhi beberapa kriteria,yaitu :
1. Pengaruh : Seorang pemimpin adalah
seorang yang memiliki orang-orang yang mendukungnya yang turut membesarkan nama
sang pimpinan.
2. Kekuasaan/power : Seorang pemimpin
umumnya diikuti oleh orang lain karena dia memiliki kekuasaan/power yang
membuat orang lain menghargai keberadaannya.
3. Wewenang : Wewenang di sini dapat
diartikan sebagai hak yang diberikan kepada pemimpin untuk fnenetapkan sebuah
keputusan dalam melaksanakan suatu hal/kebijakan.
4. Pengikut : Seorang pemimpin yang
memiliki pengaruh, kekuasaaan/power, dan wewenang tidak dapat dikatakan sebagai
pemimpin apabila dia tidak memiliki pengikut yang berada di belakangnya yang
memberi dukungan dan mengikuti apa yang dikatakan sang pemimpin.
Dalam hal ini pemimpin pun harus
memiliki pengetahuan yang luas dan berpendidikan, Bertanggung jawab, dapat
dipercaya, tertib dan teratur, dapat mengatur waktunya dengan baik, keputusan
dan dapat memberi contoh terhadap suatu golongan atau organisasi tertentu
dikarenakan adanya kekuasaan untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Teori-Teori Kepemimpinan
Beberapa ahli mungkin sudah mengemukakan
bagaimana timbulnya seorang pemimpin dalam suatu organisasi. Dan isi dari teori
yang satu dengan lainnya pun tidak sama. Dari bebrapa teori yang dikemukakan
ada 3 yang sering dipelajari yaitu:
- Teori Genetie -> bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia telah dilahirkan dengan bakat pemimpin
- Teori Sosial -> Jika teori genetis mengatakan bahwa “leaders are born and not made”, make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu : “Leaders are made and not born”. Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.
- Teori Ekologis -> Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu.
TIPOLOGI KEPEMIMPINAN
Sejak dahulu kepemimpinan menjadi salah satu kajian
yang menarik untuk di telaah secara mendalam, sebab arah peradaban suatu bangsa
tak bisa lepas dari sebuah gaya kepemimpinan seseorang.
Namun tentu saja setiap proporsi kepemimpinan dari seorang pemimpin senantiasa berbeda-beda sebab itu semua bergantung pada bangunan epistemologis dan konstruk ideologisnya masing-masing.
Ada beberapa tipologi kepemimpinan yang sering kali kita temukan dalam gaya seorang pemimpin :
1. Gaya Otoriter/Totaliter yaitu gaya kepemimpinan yang selalu memaksakan kehendaknya pada setiap orang meskipun dengan jalan kekerasan, namun kebijakannya berlaku secara distributif dan tanpa kompromi. Gaya ini secara epistemologis cenderung beraliran Macchiavellian, Hobbesian.
2. Gaya Demokratis yaitu gaya kepemimpinan yang cenderung selalu menggunakan musyawarah, namun gaya ini sangat lemah mengambil sikap dalam setiap tindakannya dan terkesan pragmatik. Gaya ini secara epistemologis cenderung beraliran liberal-moderat.
3. Gaya para Nabi yaitu gaya kepemimpinan yang kharismatik dengan menggunakan jalan kemanusiaan, dalam arti lebih mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan, dibanding dengan kepentingan pragmatis. Gaya ini cenderung mengikuti aliran humanistik-teologis.
Namun tentu saja setiap proporsi kepemimpinan dari seorang pemimpin senantiasa berbeda-beda sebab itu semua bergantung pada bangunan epistemologis dan konstruk ideologisnya masing-masing.
Ada beberapa tipologi kepemimpinan yang sering kali kita temukan dalam gaya seorang pemimpin :
1. Gaya Otoriter/Totaliter yaitu gaya kepemimpinan yang selalu memaksakan kehendaknya pada setiap orang meskipun dengan jalan kekerasan, namun kebijakannya berlaku secara distributif dan tanpa kompromi. Gaya ini secara epistemologis cenderung beraliran Macchiavellian, Hobbesian.
2. Gaya Demokratis yaitu gaya kepemimpinan yang cenderung selalu menggunakan musyawarah, namun gaya ini sangat lemah mengambil sikap dalam setiap tindakannya dan terkesan pragmatik. Gaya ini secara epistemologis cenderung beraliran liberal-moderat.
3. Gaya para Nabi yaitu gaya kepemimpinan yang kharismatik dengan menggunakan jalan kemanusiaan, dalam arti lebih mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan, dibanding dengan kepentingan pragmatis. Gaya ini cenderung mengikuti aliran humanistik-teologis.
Tipologi kepemimpinan merupakan
tipe-tipe kepemimpinan lain yang ada disekitar kita, berikut adalah tipe
kepemimpinan menurut (Siagian,1997) :
-
Tipe Otokratis
o
Menganggap
organisasi sebagai milik pribadi.
o
Mengidentikkan
tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
o
Menganggap
bawahan sebagai alat semata-mata.
o
Tidak
mau menerima kritik, saran dan pendapat .
o
Terlalu
tergantung kepada kekuasaan formalnya.
o
Dalam
menggerakan bawahannya sering menggunakan pendekatan yang mengandung unsur
paksaan dan bersifat menghukum.
-
Tipe Demokratis
o
Tidak
berfikiran bahwa pemimpin adalah manusia mulia yang harus dihormati dan
sebagainya.
o
Menyingkronisasikan
kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi
bawahannya.
o
Senang
menerima saran dan kritik.
o
Mengedepankan
kerjasama atau teamwork.
o
Memberikan
kebebasan bawahannya untuk melakukan kesalahan dan kesempatan untuk bawahannya
memperbaiki kesalahannya tersebut dengan kebijakan tertentu.
o
Selalu
berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses.
o
Berusaha
mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
-
Tipe Militeris
o
Menggunakan
perintah dalam menggerakan bawahannya.
o
Senang
menggunakan jabatan dan pangkat dalam memberikan perintah.
o
Menuntut
displin yang tinggi dan melebih-lebihkan formalitas.
o
Sukar
menerima kritikan.
o
Menggemari
upacara untuk berbagai keadaan.
-
Tipe Paternalistis
o
Menganggap
bawahannya tidak dewasa.
o
Bersikap
terlalu melindungi.
o
Jarang
memberi kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif dan
mengembangkan kreasinya.
o
Sering
bersikap sok tahu yang berlebihan.
- Tipe Karismatik
Tipe kepemimpinan ini tidak dapat
dijelaskan secara nyata karena pemimpin yang disukai karena karismanya
cenderung tidak memiliki patokan khusus dalam mencirikan apa yang disukai dari
sifat kepemimpinan dengan tipe ini. Karisma seorang pemimpin biasanya tercipta
secara alami dari sikap pribadi pemimpin tersebut.
Dari kesemua tipe kepemimpinan di
atas hendaknya setiap pemimpin berusaha untuk menjadi pemimpin dengan tipe
demokratis, karena tipe kepemimpinan seperti inilah yang cocok untuk masa
modern seperti saat ini.
Faktor Faktor Dalam Kepemimpinan :
1.
Pemimpin
Dalam
kaitannya dengan Kepemimpinan, Pemimpin memang merupakan faktor esensial dari
Proses Kepemimpinan itu sendiri. Serta Pemimpin itu memang harus mengerti apa
yang harus dia tahu dan apa yang harus dia perbuat, atau istilah lainnya The
Right Man on The Right Place.
2.
Pengikut (Followers)
Adalah
salah satu faktor kepemimpinan yang membuat Faktor pertama itu ada. Karena
tanpa adanya Pengikut, otomatis Pemimpin pun tak ada. Oleh karena itu Faktor
Kepemimpinan dalam Pengikut ini lebih cenderung pengertian akan apa saja yang
Followers inginkan sehingga sebuah satuan fungsi manajemen bisa berjalan sesuai
dengan apa yang kita inginkan. Serta ada pula yang mengatakan kalau berbeda
Pemimpin maka berbeda pula gaya kepemimpinannya. Oleh karena itu Pengikut
disini memang harus menyesuaikannya dengan cepat.
3.
Komunikasi
Salah
satu hal yang menjembatani antara Pemimpin dan Pengikut adalah proses
Komunikasi itu sendiri. Dengan adanya komunikasi. Hubungan kerja antara dua
belah pihak baik atasan maupun bawahan dapat sinergis dan berjalan sesuai
dengan apa yang telah dirancangkan sebelumnya.
4.
Situasi
Dalam
sebuah situasi tertentu, terkadang kita diharusnkan untuk bertindak secara
cepat dan refleks untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu kondusifitas situasi
antara Atasan dan Bawahan memang harus saling dikuatkan agara selalu terjadi
kondisi situasi yang nyaman dan kondusif.
IMPILASI MANAJERIAL KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI
Kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain yaitu
para karyawan atau bawahan,para karyawan harus memiliki kemauan untuk menerima
arahan dari pemimpin Seorang pemimpin yang efektif adalah seseorang dengan
kekuasaanya mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan.
Kekuasaan itu dapat bersumber dari : hadiah.hukuman,otoritas dan charisma.
Pemimpin harus memiliki kejujuran terhadap diri sendiri,sikap bertanggung jawab
yang tulus, pengetahuan dan keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan pada
diri sendiri dan orang lain dalam membangun organisasi.
Dalam teori manajerial grid terdapat dua orientasi yang
dijadikan ukuran yaitu berfokus pada manusia dan pada tugas. Hal ini
menunjukkan bahwa pentingnya hubungan antar individu dalam menyelesaikan tugas
yang diberikan kepada bawahan. Sebagai seorang pemimpin, bertugas memberikan
arahan serta bimbingan terhadap bawahannya, sehingga mereka dapat mengerjakan
pekerjaannya dengan baik. Implikasi teori ini terhadap system komunikasi
organisasi adalah bahwa teori ini memandang pentingnya komunikasi dalam
menjalankan kepemimpinan dengan lima gaya yang berbeda dari para pemimpin.
Adanya orientasi terhadap dua aspek tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan
dalam organisasi harus memperhatikan hubungan antar individu satu dengan
lainnya sebagai motivasi dalam mengerjakan tugas. Pemimpin yang baik adalah
pemimpin yang mampu terjun diberbagai kalangan baik itu dengan para pimpinan
lainnya, maupun dengan bawahan sebagai asset berharga organisasi. Semua ini
terjalin apbila pemimpin tersebut memiliki pendekatan perilaku yang baik. Hal
ini membutuhkan komunikasi yang efektif
Daftar Pustaka
Kepemimpinan
dalam organisasi, Gerry Yuki
Perilaku Organisasi
dan Konsep Dasarnya , Miftha Toha
Kepemimpinan
mengefektifkan Organisasi, H Hadari Nawawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar