Seorang
lelaki muda pintar yang bersikap acuh dengan semua wanita, bernama Roy
Hermawan. Roy baru saja merayakan umur 17 tahunnya yang tidaklah spesial. Tanpa
Ibu, tanpa ayah dan tanpa siapa-siapa, hanya Roy.
Hari
ini adalah hari pertama sekolahnya. Ia sangat malas karena harus melanjutkan
kehidupannya yang super monoton, seperti berangkat pagi ke sekolah dan siang
hari kembali ke rumah, begitulah hari-harinya. Seperti biasa, dia berangkat
sekolah dengan motor butut peninggalan kakeknya. Entah mengapa saat di
perjalanannya ke sekolah, Roy selalu memperhatikan sekeliling jalan yang
dipenuhi orang-orang dengan kesibukannya masing-masing.
Sesampai
di sekolah, Roy melihat banyak anak-anak sekolahnya yang berpacaran dengan mesra
di depan umum. Roy belum pernah sama sekali merasakan rasanya jatuh cinta.
Selama ini, ia tidak pernah berpikir ingin memiliki pacar. Mungkin karena belum
ada wanita yang bisa membuatnya merasa spesial. Tetapi, setelah Roy melihat
orang-orang yang berpacaran di sekitarnya, ia merasa iri. Banyak pertanyaan
yang timbul di kepalanya.
“Apa
gue udah pantes buat dapet pacar?”
“Apa
gue harus punya pacar?”
“Apa
pacar gue nantinya bisa ngertiin gue?”


